ISTRI PRESIDEN SURIAH DILARANG PLESIR

Asma al-Assad

Menteri Luar Negeri Uni Eropa memberlakukan larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap Asma al-Assad, istri Presiden Suriah, Bashar al-Assad, keturunan Suriah yang lahir dan besar di Inggris.

Asma akan bergabung dengan 11 warga Suriah lainnya yang menerima sanksi, termasuk suaminya sendiri dan sejumlah tokoh. Namun, tidak jelas apakah itu termasuk melarangnya bepergian ke Inggris.




Sanksi itu menyusul krisis yang terjadi di Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Aktivis anti-pemerintah menuduh rezim Assad bertanggung jawab atas kematian ribuan demonstran di Damaskus, tahun lalu.

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk menghancurkan kantong-kantong pemberontakan di sejumlah kota termasuk Homs dan Hama. Dan setiap hari, puluhan aktivias melaporkan puluhan orang tewas.

Assad telah berjanji melakukan reformasi politik, tapi para pengamat dan lawan-lawan politiknya melihat rencana itu hanya sebagai sebagai etalase pencitraan.

Wartawan BBC Chris Morris di Brussels mengatakan, selama bertahun-tahun ada persepsi bahwa pendidikan Barat yang diperoleh Asma dapat mendorong reformasi di Suriah. Namun nyatanya, wanita 36 tahun yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di London itu tak mampu berperan banyak dalam rezim suaminya.

Pekan lalu, aktivis merilis sekitar 3.000 email yang mereka klaim berasal dari akun pribadi pasangan Bashar dan Asma. Pesan-pesan yang belum terverifikasi itu menunjukkan bahwa Asma terus berbelanja barang-barang mewah secara online, bahkan di tengah pemberontakan yang memanas.

PBB mengatakan setidaknya 8.000 orang tewas sejak pemberontakan terhadap rezim Assad pecah, Maret tahun lalu. Atas fakta ini, Presiden Assad dan sekutu-sekutunya menuding geng teroris dan bersenjata berada di balik kekerasan itu, dan berdalih bahwa ratusan personel keamanan juga telah tewas memerangi kelompok tersebut.



[http://dunia.vivanews.com/news/read/298781-istri-presiden-suriah-dilarang-plesir]


Category Article

What's on Your Mind...

Powered by Blogger.