Fashion Adalah Bentuk Dari Ekspresi

Diana Rikasari: Fashion Adalah Bentuk Dari Ekspresi


foto dok. vemale

Dikenal sebagai seorang fashion blogger yang cukup diperhitungkan memang tidak pernah disangka sebelumnya. Diana Rikasari mengaku memulai aktivitas menulis di blog karena ia hobby menulis dan fotografi.
Tepatnya 5 tahun yang lalu, pada tahun 2007, ia mulai menuangkan tulisannya ke dalam blog pribadinya . Awalnya ia bahkan mengaku menulis tidak hanya tentang fashion saja, tapi semua hal yang ia sukai dipaparkan di blognya, meski tidak dapat dipungkiri, kecintaannya pada fashion lebih kuat.
“Awalnya bener–bener iseng aja, karena blog pada jaman aku mulai itu juga nggak sebesar sekarang, jadi buka blog dulu murni memang karena suka nulis dan upload foto. Blog bisa mengakomodir tulisan dan foto–foto aku, jadi ngalir aja, tiap hari aku ngepost dan kesenengan gitu, terus lama–lama readers (pembaca) aku makin bertambah, terjadi begitu aja,” ucap Diana ditemui di acara ShopFair, beberapa hari lalu (15/7).
- Keuntungan menjadi bloggers terkenal diakui membuatnya banyak memiliki network
Dengan memiliki readers yang lumayan banyak dan memiliki komunitas sendiri tersebut membuat banyak orang dari berbagai industri ingin mengenalnya, membuka peluang untuk bekerjasama dari sisi bisnis.
“Keuntungan yang paling besar adalah dari segi network bisa kenal orang–orang dari industri fashion, media majalah, film, meski dari segi finansial blog sebenernya bisa jadi sumber pendapatan, namun secara pribadi aku tidak menjadikan blogku sebagai sumber pendapatan,” jelas Diana yang memaparkan bahwa beberapa bloggers lain memang menjadikan blog mereka ladang untuk mencari uang.
“Kembali ke tujuan awal ngeblog, aku ngeblog karena aku suka, jadi kalo ada yang mencibir, aku cenderung tidak banyak menanggapi. Kalo memang kita enjoy banget, dukanya sedikit. Tapi memang bloggers yang baru–baru ngeblog itu mungkin akan kaget, ketika mendapatkan haters dengan komen–komen mereka yang begitu kejam. Tapi sejauh ini yang aku alami beberapa memang sifatnya konstruktif, tapi beberapa yang terlalu hanya menghina–hina, diignore saja,” ucap Diana saat ditanya mengenai suka duka jadi blogger.
- Dari hasil postingnya tidak jarang menjadi inspirasi para followersnya, terutama soal fashion
Diana sendiri menganggap fashion adalah bagian dari dirinya, karena ia menyukai seni, dan fashion juga bagian dari ekspresi seni yang kategorinya dikenakan.
“Fashion is a form of expression, karena kita jadi bisa mengekspresikan kita itu siapa, fashionku sendiri very colorful, playful, aku sangat suka ganti–ganti gaya, disesuaikan dengan mood-nya aja. Aku lumayan cuek dan berani bereksperimen, untuk pilihan warna, aku suka pink dan warna neon,” ungkap Diana yang mengaku sangat bangga dengan perkembangan fashion Indonesia, terutama munculnya para desainer muda kreatif yang menampilkan koleksi mereka.
“Yang bikin sedih banget adalah beberapa desainer kadang aku liat di antaranya kerjaannya cuma jiplak, itu aku sangat tidak suka sama lokal brand yang kerjaannya ngambil desain dari luar negeri, diotak atik dikit, dijual terus pake label sendiri, fashion itu kan art ya, dan art itu against piracy. Sukses itu harus berangkat dari bawah, belajar desain sendiri yang orisinal, tidak hanya jiplak jiplak aja,” tandas Diana. Baginya idealisme itu diperlukan untuk membuat seorang desainer itu memiliki karakter sendiri, tanpa harus ikut–ikutan.
Gadis yang menyukai koleksi rancangan Seba dan Mel Ahyar ini mengakui awalnya ia kurang begitu menyukai batik, ia menganggapnya kuno, namun pada akhirnya ia jatuh cinta pada keindahan sastra Indonesia.
“Proses menghargai batik itu aku sendiri butuh beberapa tahun sampai akhirnya melihat sendiri kecantikan batik tenun. Sekarang, karena aku baru ngerti, aku juga jadi bantu promote lewat blog. Kalo orang liat blog aku, beberapa foto yang aku sering pake adalah beberapa barang–barang yang mencerminkan budaya Indonesia,” jelas Diana yang memiliki keinginan untuk terus menginspirasi orang untuk berpikir positif.
- Fashion tetap memiliki aturan
Perempuan yang suka tabrak–tabrak warna dalam ekpresi tampilan fashionnya ini agak sedikit enggan berbagi tips fashion. Karena menurutnya fashion itu sangat personal, it`s your own choice!
“Meski Fashion itu form of expression tapi juga ada batasan–batasan, ada bagian–bagian yang nggak harus begitu transparan, sehingga bra akhirnya keliatan kemana–mana, disebut underwear karena memang under your clothes. Jadi buat aku sebagai wanita, boleh se-stylish mungkin tapi ada values yang dipegang, karena biar gimana kita itu orang Timur, dan menurut aku itu keindahan orang Timur, karena kita punya batasan,” tandas Diana yang tidak keberatan untuk berbelanja barang bekas di Pasar Senin. Untuk merk branded, ia mengaku menyukai gaya corky yang ia dapatkan dalam koleksi Marc Jacob atau Jeremy Scott.
“Perkembangan online shopping di Indonesia itu dasyat, dan ke depannya akan semakin dasyat. Kayak sekarang aja, baru mulai aja, pasarnya udah segini banyaknya, apalagi dalam 5 tahun kedepan, jadi untuk sekarang brand–brand yang baru offline di toko kayaknya udah saatnya punya toko di online, karena I think that`s the future,” tutur Dian menutup sesi wawancaranya pada Vemale.
(vem/ana/tik)

What's on Your Mind...

Powered by Blogger.